Resensi Film Agora
AGORA
Agora adalah sebuah film yang menceritakan perselisihan
antara Kristen, Yahudi, dan juga Kerajaan dikota Alexandria. Disana terjadi
perdebatan antara pemeluk Kristen melawan pemeluk agama lain tentang persoalan
ketuhanan, yang mereka tak ingin tersaingi mungkin. Secara garis besar film
agora ini menceritakan tentang sejarah, dan juga kisah perjuangan seorang
ilmuan wanita melawan agama.
Konon saat itu, umat Kristiani gagal menjalankan apa yang dikatakan
firman Tuhan di Alkitab. Hal ini dikarenakan arogansi kaum Kristiani yang
merasa paling benar. Banyak kaum minoritas seperti orang Yahudi dan kaum
intelektual yang prinsipnya bertentangan dengan mereka, dibantai secara massal.
Cerita
dihidupkan melalui peran Hypatia yang mengabdikan hidupnya untuk ilmu
pengetahuan. Ia berusaha keras ingin memecahkan misteri bagaimana sebenarnya
posisi matahari dan bumi. Namun, prinsipnya yang begitu memuja ilmu pengetahuan
dan tidak sejalan dengan kaum Kristiani membawanya ke dalam situasi marabahaya.
Diceritakan
juga pada film ini saat pergolakan antara kaum pagan dengan Kristen, yang
dimana kaum kristen tidak suka terhadap
kaum Pagan yang menyembah berhala, sampai pada akhirnya kaum Pagan hancur
dikuasai kaum Kristen. Hypatia yang hidup ditengah pergolakan dan keyakinan
kaum Pagan dan Kristen saat itu, ia bergerak di dalam lingkungan yang
kebanyakannya pria, dia tidak peduli terhadap semua itu karena kecintaan nya
pada ilmu pengetahuan dan pendidikan, dia tidak pernah menyerah untuk
mengembangkan penemuannya. Ia memiliki segala kriteria untuk menjadi seorang
wanita modern, berpendidikan, beradab, dan terhormat. Karenanya tipikal manusia
yang melampaui zamannya. Juga sebagai kisah pasukan Kristen yang berlaku kejam
terhadap orang yang berkeyakinan beda tentang ketuhanan, dan sekaligus seorang
wanita.
Selain
menceritakan itu, di film ini juga menceritakan tentang percintaan. Dalam
perjalanan hidup Hypatia direbutkan oleh dua pria. Muridnya dan budaknya yang
bernama Davus. Meski keduanya tidak ada yang mendapatkannya. Terlibatnya ia
dalam masalah ini karena rasa kasihan nya, tanpa percaya siapapun cuma untuk
memperdalam ilmu pengetahuannya.
Di
film agora juga diceritakan dimana wanita yang bernama Hypatia berjuang keras
untuk menyelamatkan koleksi koleksi di Alexandria seperti perpustakaan, ketika
adanya penyerangan dari kaum Kristen untuk menghancurkan koleksi yang
sebelumnya dikuasai kaum Pagan. Di perpustakaan itulah Hypatia
biasa mengajarlan murid-murid dari kalangan elit istana kaum Pagan. Ayahnya sebagai Kepala Perpustakaan
Alexandria memberinya hak khusus untuk itu. Hingga karena kecerdasan dan
kecantikannya. dua orang laki-laki jatuh cinta padanya: muridnya Oreste dan
Davus, budaknya. Dan
disana juga Hypatia mengajarkan pada muridnya dan mengembangkan ilmu pengetahuannya.
Dia juga dipandang sebagai simbol perjuangan kebebasan berfikir.
Ditengah konfliknya keagamaan yang semakin parah di
Alexandria, Hypatia tetap melanjutkan risetnya yang sempat tertunda. Keteguhan
dan kesabaran hatinya membuahkan hasil. Hypatia yang pertama kali menemukan,
merintis, dan memetakan bahwa bumi mengelilingi matahari dan lintasannya,
ketika masyarakat belum lagi beranjak dari kepercayaan bahwa bumi itu datar dan
adalah pusat alam semesta.
Politik
selalu berorientasi kemenangan dan penguasaan. Penghalang menuju arah itu akan
serta merta disingkirkan. Hypatia dianggap sebagai tokoh yang menghalangi
maksud para lelaki haus kekuasaan. Maka ia pun disingkirkan dengan keji.
Tubuhnya dimutilasi dan sisanya diseret ke jalan lalu dibakar. Kaum Kristen
menuduhnya wanita penyihir.
Hypatia
sangat kokoh untuk tidak pernah menerima mentah-mentah segala sesuatu yang
belum sempat dipertanyakan, termasuk masalah keyakinan. Karena semua ini ia
menolak untuk menerima ajaran kristen.
Film ini berakhir dengan peristiwa tewas atau matinya
Hypatia ditangan orang-orang Kristen, pembunuhan terhadap Hypatia dilakukan
terhadap sekelompok yang merupakan relawan Kristen. Hypatia sedang berada
didepan pasukan Kristen tanpa busana dan dihadapkan ke Berhala yang mungkin
mereka sebut dengan Tuhan. Kematiannya merupakan peristiwa persilangan antara
persoalan pertarungan antara agama lain.
Titik tekan analisa ini ada pada persaingan antara agama Kristen melawan
Filsafat, juga agama Kristen melawan Yunani. Sebab utama segala kekacauan yang
terjadi di Alexandria dianggap berasal daripertentangan antara filsafat Yunani,
agama Yunani-Roma-Mesir, serta agama kristen dan Yahudi.
Film
ini menurut saya gambaran perang yang sangat kejam, sadis, dan mengerikan. Juga
bisa dijadikan sebagai pelajaran. Sedikit muncul pikiran negatif terhadap
Kristen, yang sewenang-wenang terhadap seorang wanita Yunani di film Agora.
Film ini juga memiliki daya tarik yang kuat terhadap penonton, sedikit
membosankan juga di bagian pertengahan film. Tetapi secara keseluruhan film
Agora benar-benar bagus dan luar biasa, saya bisa belajar dari kriteria wanita
Yunani yang digolongkan sebagai wanita yang berpendidikan, beradab dan
terhormat yang teguh akan keyakinan diri sendiri.
Kita juga bisa belajar tentang rasa memiliki sesama, belajar
kesuksesan. Dimana di film ini
mengajarkan kita kesuksesan bukan bagaimana kita bisa menimmati puncak atas dan
nikmat apa yangtelah kita
cari dengan susah payah kita, tetapi kesuksesan adalah bagaimana
kita bisa melihat orang- orang diantara kita dan yang nanti akan hidup didunia ini
bisamerasakan, menikmati, memperdalam, dan memperluas apa yang
kita miliki saat ini. Perjuangan untuk kebaikan dan ilmu pengetahuan harus
kita jaga, rawat dan ditumbuh kembangkan, tak memandang perbedaan yang kita
miliki, karena suatu
saat nantinya ilmu pengetahuan yang benar inilah yang akan
menyatukan kita dalam kebersamaan.
Komentar
Posting Komentar