Ibadahku dan ibadahmu
Pada
tanggal 9 April 2018 tepatnya pada hari senin, aku mempunyai kawan baru dari
universitas yang berbeda, dan berbeda agama juga. Sayapun bertanya sedikit
tentang identitasnya dan ia pun bertanya tentang beberapa identitasku. Dia
bernama Bertha Cyntia Angeline. Bertempat tanggal lahir di Jakarta, 09 Agustus
1999. Ia bertempat tinggal di Tangerang bersama kedua orang tuanya. Saat
Sekolah Dasar, ia bersekolah di sekolah Bhineka Tunggal Ika, saat SMP dan SMA
di Bethel, dan meneruskan pendidikannya di Universitas Sultan Ageng Tirtayasa.
Saya mewawancarinya mengenai perbedaan agamaku dan
agamanya mengenai ibadah J
Sayapun bertanya :
Bertha, dalam ibadah kita pasti berbeda. Kalau dalam waktu, aku beribadah
sehari dalam lima waktu. Bisa dikerjakan di Mushola atau dirumah masing-masing.
Bagaimana dengan kamu?
Bertha :
Aku ibadah setiap hari minggu digereja bersama keluarga.
Saya : Kalau ibadah kamu
tuh seperti apa dan bagaiamana ya Bertha? Lalu caranya kamu berdo’a dan meminta
kepada Tuhanmu itu seperti apa?
Bertha : Kalau tata cara
ibadahnya yang pertama dilakukan berdo’a lalu praise and worship, penyampaian
firman, lalu berdo’a lagi, namanya do’a pemberkatan.
Kalau mau minta sesuatu ya berdo’a, percaya dengan iman.
Saya : Kalau yang
pernah aku baca, ada juga ibadah harian dalam tradisi kristen, ibadah sepanjang
hari yang dilaksanakan dalam jam-jam tertentu. Itu bagaimana?
Bertha :
Owh.. mungkin maksudnya itu saat teduh
Saya :
Saat teduh itu seperti apa?
Bertha : Saat teduh itu
dilakukan setiap hari dan biasanya dilakukan dirumah bersama keluarga,
dilakukan sebelum beraktivitas... Saat teduh itu kita berdo’a, membaca
al-kitab, tujuannya agar hubungan kita dengan Tuhan semakin intim.
Saya : Lalu penyampaian
Firmannya itu seperti apa? Dalam agamaku, penyampaian firman itu yang
disabdakan oleh Tuhan dan Rosulku.
Bertha : Iya sama saja..
penyampaian Firman yang ada di kitab
suciku Al-kitab. Jadi, pendeta menyampaikan isi firman tersebut.
Saya : Oh jadi lewat
Al-kitab juga caranya untuk lebih dekat dan berkomunikasi dengan Tuhan?
Bertha : Iya begitu.
Saya : Kalau baptisan
itu apa ber?
Bertha : Baptisan itu
sebagai tanda hidup baru. Hidup menurut firman Allah.
Saya : Maksudnya?
Bertha : Hidup menurut apa
yang dikehendaki oleh Allah.. Berusaha menjadi lebih baik dan tidak melakukan
kesalahan yang sama dimasa yang akan datang.
Saya : Bertaubat
maksudnya?
Bertha : Iya J
Saya : Kalau yang
pernah aku tahu, ibadahnya dapat dilaksanakan dalam acara khusus seperti
baptisan tadi, pernikahan atau hari raya natal dan paskah?
Bertha : Kalau baptis itu
termasuk sakramen (ritual), kalau nikahan nanti ada do’a pemberkatan dari
pendeta lalu perjanjian sehidup semati, kalau natal perayaan kelahiran yesus,
dan paskah kebangkitan yesus.
Saya : Dalam membaca kitab suci, kitab sucimu Al-kitab? Lalu
dalam membacanya apakah dalam waktu tertentu atau dalam waktu ibadah saja?
Bertha :
Setiap hari sayang, tidak ada waktu tertentu dalam membaca kitab suci.
Saya : Heheh, aku fikir
hanya dalam ibadah dan pendeta yang membacakan
Bertha : Memangnya kalau
agama islam membaca Al-qur’an diwaktu tertentu ya?
Saya : Tidak juga
Bertha, kapanpun itu bisa membaca Al-Qur’an. Dulu waktu aku masih dipondok,
kita semua berlomba buat khatam membaca Al-Qur’an pada bulan puasa atau bulan
Ramadhan. Siapa yang khatamnya paling banyak, dapat hadiah dari bapak pimpinan
pondoknya, heheh.
Bertha : Waah.. Hebat
sekali.
Saya : Kalau ibadah
kamu dalam berpuasa itu seperti apa?
Bertha : Kalau puasa dalam
agama aku tidak diwajibkan, karena niat puasa itu timbul dari diri pribadi
masing-masing. Tapi, kalau mau berpuasa juga bisa.
Saya : Apa yang
diajarkan agamamu dalam berpuasa dan apa tujuannya?
Bertha : Iya diajarkan,
tapi tidak wajib untuk berpuasa. Tujuannya bisa untuk merendahkan hati
dihadapan Tuhan, menunjukkan rasa kasih akan Tuhan dan bersimpati kepada sesama
agar bisa turut merasa penderitaan mereka.
Saya : Tidak jauh
berbeda dengan yang agamaku ajarkan. Rosulku menegaskan bahwasannya puasa itu
ada tiga tingkatan. Yakni, puasa orang awam, puasa khawas, dan puasa nya
khawasul khawas.
Bertha : Apa itu?
Saya : Puasa orang awam
itu sekedar menahan haus dan lapar dari terbit fajar sampai terbenamnya
matahari. Kalau puasa orang khawas itu gak hanya menahan lapar dan haus, tapi
ia menahan semua perbuatan yang membatalkan puasa. Kaya misalnya mulutnya
ikutan berpuasa, dengan tidak berkata kotor, mencaci, atau mencela orang lain.
Juga kaki dan tangannya yang dipergunakan untuk perbuatan yang baik dan terpuji.
Dan satu lagi puasanya khawasul khawas, itu tidak hanya seperti puasanya orang
awam dan khawas saja, tapi menahan seluruh pancaindra dan hatinya ikut
berpuasa. Menurut para ulama atau yang disebut dengan ahli agama, itulah jenis
puasanya para Nabi dan Rosul kami. Puasa yang deikian itulah yang akan
diberikan oleh Allah secara langsung.
Bertha : Apa orang islam
Cuma puasa dibulan puasa saja?
Saya : Enggak Bertha,
kita ada puasa Sunnah dan wajib. Sunnah nya dihari senin dan kamis dan pada
waktu-waktu tertentu. Wajibnya itu dia pada bulan Ramadhan.
Bertha : Sunnah?
Saya : Sunnah itu,
apabila kita melakukan kita mendapat pahala, kalau gak dilakukan ya tidak
apa-apa. Kalau wajib, kita harus menjalankannya. Kalau tidak kita mendapat dosa
nantinya. Kalau kita sebagai wanita lagi halangan haid dibulan Ramadhan, kita
gak boleh puasa karena posisi kita sedang dalam keadaan najis. Dengan begitu
juga kita wajib membayar puasa kita yang bolong dibulan puasa tersebut.
Bertha : Oooh.. Jadi
seperti itu. Aku jadi belajar banyak heheh.
Saya : Akupun sama
loohh heheh, banyak pengetahuan yang bisa aku ambil. Makasih ya Bertha atas
waktunya J
Bertha : Sama-sama J
Komentar
Posting Komentar